Jumat, 20 Maret 2015

Tugas Akuntansi Internasional - Bab 3



Bab 3
Standar akuntansi
Standar akuntansi adalah regulasi atau peraturan yang mengatur pengelolaan laporan keuangan. Susunan standar merupakan proses perumusan standar akuntansi. Susunan standar akuntansi biasanya menggabungkan kombinasi dari sekelompok sektor umum dan swasta. Sektor swasta meliputi profesi akuntansi seperti pengguna dan penyusun laporan keuangan dan pegawai. Sektor umum bertanggung jawab atas hukum komersial, dan komisi keamanan. Akuntansi atas kewajaran penyajian biasanya dihubungkan dengan negara hukum berevolusi, sedangkan akuntansi pemenuhan legal biasanya ditemukan dalam negara hukum berkode. Perbedaan ini berlaku dalam susunan standar, yang dalam sektor swasta cukup berpengaruh dalam kewajaran penyajian di negara hukum berevolusi, sedangkan sektor publik relatif berpengaruh pada pemenuhan legal di negara hukum berkode. Audit menyajarkan sistem hukum dan peran serta tujuan pelaporan keuangan. Profesi audit  cenderung lebih disesuaikan sendiri  dalam negara – negara kewajaran penyajian, khususnya di negara – negara yang dipengaruhi oleh Inggris. Auditor juga menggunakan lebih banyak penilaian ketika tujuan auditnya adalah untuk membuktikan pada kewajaran penyajian dari laporan keuangan. Sebaliknya, dalam negara – negara hukum kode, tujuan utama audit adalah untuk memastikan bahwa catatan dan laporan keuangan sesuai dengan persyaratan hukum.
Tiga alasan praktik akuntansi dapat menyimpang dari standar akuntansi:
1.      Di banyak negara hukuman untuk kegagalan dengan pernyataan akuntansi resmi dianggap lemah atau tidak efektif.
2.      Perusahaan bisa dengan sukarela melaporkan lebih banyak informasi daripada yang diharuskan
3.      Beberapa negara mengizinkan untuk keluar jalur standar akuntansi jika hal tersebut bisa menggambarkan hasil operasi dan posisi keuangan perusahaan dengan lebih baik.
Susunan standar akuntansi menggabungkan dua kombinasi :
a.       Sektor swasta : profesi akuntansi dan kelompok lain ( pengguna dan penyusun laporan keuangan )
b.      Sektor umum : perwakilan seperti petugas pajak, perwakilan pemerintah yang bertanggung jawab atas hukum komersial dan komisi keamanan.
IFRS dalam Uni Eropa
Kecendrungan dalam laporan keuangan menghadap ke arah kewajaran penyajian, setidaknya bagi laporan keuangan gabungan. Kecendrungan ini sangat benar dalam Uni eropa. Pada tahun 2002, Uni Eropa menyetujui sebuah aturan akuntansi yang mengharuskan semua perusahaan Uni Eropa yang terdaftar dalam sebuah pasar resmi untuk mengikuti IFRS dalam laporan keuangan gabungan mereka.
Persyaratan IFRS :
a.        diharuskan antara lain: perusahaan terdaftar laporan keuangan gabungan, perusahaan terdaftar laporan keuangan perusahaan pribadi
b.      Yang diperbolehkan yaitu perusahaan tidak terdaftar laporan keuangan gabungan
c.       Yang dilarang yaitu perusahaan tidak terdaftar laporan keuangan perusahaan pribadi
Laporan Keuangan
Laporan keuangan IFRS terdiri dari neraca gabungan, laporan laba rugi, laporan kas, laporan perubahan ekuitas, dan catatan penjelasan. Ungkapan catatan harus mencakup:
  1. Kebijakan akuntansi yang diikuti
  2. Penilaian  yang dibuat oleh manajemen dalam menerapkan kebijakan akuntansi yang penting
  3. Asumsi utama menegnai maa depan dan sumber – sumber penting tentang ketidakpastian estimasi.
 Informasi komparatif dibutuhkan untuk periode terdahulu. Tidak ada persyaratan IFRS untuk membuat laporan keuangan entitas perusahaan induk sebagai tambahan bagi laporan keuangan gabungan.
Patokan Akuntansi
Dalam IFRS, semua kombinasi bisnis dianggap pembelanjaan. Godwill merupakan perbedaan antara harga pasar dari pertimbangan yang ada dan harga pasar dari aset cabang, kewajiban dan kewajiban bersyarat. Translasi laporan keuangan dari operasi asing didasarkan pada konsep mata uang fungsional. Mata uang fungsional merupakan lingkungan ekonomi utama dimana entitas asing tersebut beroperasi. Mata uang tersebut bisa berupa mata uang yang sama digunakan oleh perusahaan induk untuk menyusun laporan keuangannya.
a.       Semua kombinasi bisnis dianggap pembelanjaan
b.      Goodwill diuji setiap tahun untuk memriksa penurunan nilainya dan jika negative harus segera diakui dalam pendapatan
c.       Penanaman modal dalam perusahaan gabungan dengan metode ekuitas
d.      Translasi laporan keuangan dari operasi asing didasarkan pada konsep mata uang fungsional
e.       Aset dinilai berdasarkan harga perolehan atau harga pasar
f.       Depresiasi dibebankan secara sistemastis atas umur penggunaan aset
g.       Persediaan dinilai secara FIFO atau beban rata – rata sesuai menurut IFRS
h.      Pinjaman keuangan dikapitalisasi dan diamortisasi sementara pinjaman operasional dibebankan pada dasar sistematis
i.        Pajak – pajak yang ditangguhkan dibayar penuh


Sumber : jaqqaaria.blogspot.com
              musthika-aksara.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar