Sabtu, 16 Juni 2012

posisi penduduk dalam suatu negara


Posisi Penduduk dalam suatu Negara…?????????
Selama ini banyak sekali pertanyaan yang muncul dalam benak setiap negara apa sebenarnya posisi suatu penduduk bagi bangsa itu sendiri, apakah penduduk menjadi suatu keuntungan atau justru mendatangkan kerugian bagi suatu bengsa…?
Sebenarnya dalam mengkaji hal ini kita tidak dapat hanya melihat dari satu sisi saja karena pada dasarnnya penduduk adalah komponen yang sangat penting bagi suatu bangsa, karena suatu daerah dapat dikatakan sebagai suatu negara jika terdapat penduduk yang berdomisili didaerah tersebut. Tapi untuk melihat apakah penduduk mendatangkan keuntungan atau kerugian bagi suatu bangsa kita dapat mengambil 3 dimensi dari sekian banyaknya dimensi hal itu diantaranya adalah Kuantitas, Kualitas, Mobilitas. Ketiga hal itu dapat kita jadikan sebagai indikator untuk dapat melihat apakah penduduk disuatu negara menjadi faktor pendorong atau justru menjadi penghambat dalam pembangunan suatu negara.
Yang pertama akan dipaparkan dimulai dari sisi jumlah penduduk , sebenarnya semakin besar jumlah penduduk dalam suatu bangsa akan menjadi modal yang besar dalam pembangunan apabila penduduk tersebut memilki kualitas yang tinggi. Sisi yang kedua adalah pertumbuhan penduduk , sisi ini dipengaruhi oleh angka kelahiran, angka kematian, dan migrasi penduduk. Angka kematian ini sebenarnya lebih dikenal dengan nama “baby boom” adapun beberapa hal yang dapat menurunkan angka kematian adalah pendidikan yang baik, pernikahan yang lebih lambat, penundaan kelahiran, interval kelahiran yang penjang, keluarga yang lebih kecil serta fasilitas kesehatan yang baik. Sisi yang ketiga adalah strukutur penduduk itu sendiri , struktur penduduk adalah pengelompokan penduduk menurut kelompok usia.Secara garis besar penduduk dikelompokan menjadi 3 kelompok yaitu 0-14 tahun, 14-64 tahun usia produktif dan usia diatas 64 tahun, dimana secara teorirtis untuk penduduk yang berada pada jen jang usia < 14 tahun dan > 64 menjadi beban bagi penduduk yang produktif. Dan perbandingan antara kelompok usia tidak produktif dengan kelompok produktif sering disebut dengan angka ketergantungan(dependency ratio).
Sisi yang keempat adalah tingkat urbanisasi dimana sebenarnya lebih dilihat dari apakah penduduk yang menjadi pendatang itu mampu atau tidak untuk berintegrasi secara social dan ekonomi, ketidakmampuan ini seringkali menjadi pemicu timbulnya eksklusifisme dalam kemiskinan dean hal inilah juga yang menjadi salah satu faktor yang memicu terjadinya kerawanan social. Tetapi pada dasarnya urbanisasi adalah salah satu bentuk dari imigrasi dimana didalamnya terdapat faktor pendorong dan penarik , faktor pendorongnya seperti kekeringan, lahan yang semakin sempit serta alternatife pekerjaan yang tidak ada sedangkan untuk faktor penariknya seperti lapangan pekerjaan yang tersedia fasilitas social / umum yang jauh lebih baik. Tetapi terlepas dari hal itu semua ternyata dalam urbanisasi pun terdapat rintangan – rintangan yan g harus dialami oleh para urban seperti jarak yang jauh, transportasi kurang menunjang dan faltor psikologis(misalnya homesick). Untuk sisi yang berikutnya yaitu distribusi penduduk, hal ini pada dasarnya memicu pada keadilan bagi masing-masing daerah maksudnya agar setiap daerah dapat dikelola dengan jumlah penduduk yang merata sehingga tidak ada dearah yang terlalu dominan oleh penduduk dan daerah yang sedikit penduduknya oleh karena itu perlu adanya transmigrasi, tetapi para transmigran ini harus dapat berhasil didaerah tujuan agar tidak menjadi bebean bagi daerah tersebut karena jika transmigran tidak berhasil kita dapat mengatakan bahwa transmigrasi hanya untuk memindahkan kemiskinan bukan membasmi kemiskinan. Dan untuk sisi yang terakhir adalah pembangunan sumber daya manusia dan ketenagakerjaan, jika pembangunan SDM cendrung dilihat dari bidang pendidikannya sedangkan untuk ketenagakerjaannya terdapat 2 jenis yaitu angkatan kerja dan bukan angkatan kerja dimana angkatan kerja pun dibagi 2 lagi yaitu bekerja: lapangan usaha, status pekerjaan, jenis pekerjaan sedangkan yang kedua adalah pengangguran terbuka: mencari kerja, mempersiapkan usaha, belum mulai bekerja.Sisi – sisi itulah yang dapat memberi kita gambaran apakah suatu penduduk mendatangkan keuntungan atau malah sebaliknya mendatangkan kerugian bagi suatu bangsa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar