Kamis, 02 Januari 2014

Miracle Cell No 7



Miracle Cell No 7

Suatu hari ada seorang anak berumur 6 tahun bernama Gisca tinggal bersamanya ayahnya yang mengalami keterbelakangan mental. Mereka hidup dalam sebuah rumah kontrakan yang kecil dan sempit tetapi Gisca sangat menikmati setiap waktu yang ia lalui, karena sang ayah yang bekerja sebagai pekerja bangunan tersebut sangat menyayanginya. Suatu saat tepatnya tanggal 25 Oktober 2011 dimana hari ulang tahun Gisca yang ke 7 tahun, sang ayah berencana membelikan sebuah tas sailermoon dengan uang yang telah ia sisihkan selama ini. Kemudian datanglah hari tersebut
“ Gisca, ayo kita ke jalan – jalan ayah ingin membelikan hal yang paling kau sukai “ kata ayah Gisca.
“ Wahhhh...apa itu ayah, ayo – ayo kita pergi aku sudah tidak sabar ingin melihat apa yang akan ayah berikan padaku “ kata Gisca.
Kemudian mereka pun berangkat ke toko dimana menjual tas sailermoon  tersebut, tetapi sebelum mereka masuk ke toko tersebut sang ayah menunjuk tas tersebut dari luar untuk memberi tahu Gisca bahwa tas sailermoon itulah yang ingin dihadiahkan untuknya.
“ Gisca, lihatlah ini adalah sailermoon kesukaanmu, ayah akan membelikannya untukmu sebagai hadiah ulang tahunmu “ kata ayah Gisca.
“ benarkah yah???wah....ayah memang ayah terbaik sedunia. Ayo yah kita masuk “ kata Gisca.
Tetapi saat mereka hendak menggerakan badan mereka untuk masuk, ternyata dari dalam ada seorang ayah berpakaian polisi beserta anaknya yang tengah membeli tas tersebut. Gisca dan ayahnya sangat kaget melihat tersebut dan sontak sang ayah masuk ke dalam toko dan mencoba untuk mengambil tas tersebut dari tangan anak tersebut.
“ Jangan – jangan, ini punya giscaku aku sudah mengumpulkan uang untuk membeli ini , aku mohon jangan ambil tas ini...!” kata ayah Gisca.
“ Ada apa denganmu, apa kamu gila???” kata ayah berpakaian polisi sambil melemparkan pukulan kewajah sang ayah.
“ Ayahhh... apa kau baik – baik saja???” kata Gisca.
Sang ayah yang telah tersungkur kelantai dengan bibir yang berdarah mencoba untuk menghentikan langkah sang ayah yang berpakaian polisi tersebut. Tetapi hal tersebut tak berhasi sehingga mereka berhasil membawa tas sailermoon tersebut.
“ Aahh...apa yang harus aku lakukan, gisca apa yang harus aku lakukan????bagaimana ini tas telah diambil, apa yang harus aku lakukan???’ kata ayah sambil mencucurkan air mata.
“ Ayah sudahlah tidak apa – apa, kita bisa mendapatkannya di toko yang lain, jangan menangis lagi ayah...!!!!” kata Gisca.
Kemudian mereka pun pulang kerumah dengan muka sedih, karena mereka sudah mencari di beberapa toko yang menjual tas tetapi mereka tidak menemukannya. Sesampainya mereka dirumah
“ Ayah... lihat ini (sambil menunjukan gambar yang ia buat ), aku dapat menggambar sailermoon dengan baik bahkan lebih baik dari gambar yang ada di tas itu, jadi ayah jangan sedih aku tidak menginginkan apapun kecuali ayah yang terus tersenyum” kata Gisca
“aaahhh...terima kasih Gisca, terima kasih ayah sangat menyayangimu” kata ayah Gisca.
Pada keesokannya harinya saat sang ayah ingin pergi bekerja, Gisca dan sang ayah punya kebiasaan menari sambil saling menatap satu sama lain dan terus menari sambil sang ayah berlalu pergi dan pagi itu mereka melakukan kebiasaan tersebut. Dan pada saat sang ayah dalam perjalanan ke tempat kerja, ia bertemu dengan anak polisi yang ia temui ditoko kemarin. Kemudian anak tersebut yang mengingat apa yang terjadi ditoko mengahmpirinya dan berkata
“ Paman, apakah paman masih ingin membeli tas sailermoon untuk anak paman ???”kata anak polisi tersebut.
“Iya, aku sangat ingin membeli itu ( sambil menunjuk ke tas yang menempel pada punggung anak tersebut )” kata ayah Gisca.
“ Baiklah paman, ayo ikut denganku aku akan menunjukan toko mana yang juga menjual tas seperti ini” kata anak polisi  tersebut.
Saat dalam pejalanan ke toko tersebut, anak polisi tersebut berlari sambil mengarahkan sang ayah ke jalan menuju toko tersebut tetapi di persimpangan jalan anak polisi tersebut terjatuh dan saat sang ayah melihat tersebut segera memberikan pertolongan pertama seperi memberi napas buatan dan menekan – nekan dada sang anak agar ia dapat bernapas. Tetapi saat memberikan pertolongan pertama ada seorang ibu yang melihat hal tersebut dan berpikir bahwa yang dilakukannya adalah upaya tindakan cabul. Lalu ibu tersebut segera melapor ke polisi sehingga sang ayah ditangkap polisi dan dipenjarakan.Di dalam sel penjara sang ayah berada bersama 4 orang narapidana yang lain yaitu Rohmat, Agus, Dermawan, dan Eko. Pada awalnya mereka merasa tidak nyaman dengan keadaan ayah Gisca yang keterbelakangan mental tetapi lama – kelamaan mereka mulai merasa nyaman karena sikap ayah Gisca yang baik dan polos. Suatu hari ayah Gisca memnita pertolongan teman – teman satu selnya untuk membantunya bertemu dengan Gisca yang kebetulan pada hari Gisca yang bergabung degan kelompok paduan suara gereja tampil di penjara dalam rangka memberi penghiburan kepada para narapidana. Dan dengan bantuan dari para temannya sang ayah pun dapat bertemu Gisca yang dibawa ke dalam sel mereka.
“ Ayah...... kau kemana saja ( sambil berlari dan memeluk ayahnya ), aku terus menunggumu pulang”kata Gisca
“ Maafkan aku, karena aku membiarkanmu menunggu dan tidak memberi kabar.”kata ayah Gisca.
“  Tidak apa – apa, yang penting aku sudah bisa bertemu denganmu dan mulai sekarang aku akan terus bersamamu” kata Gisca.
“ Baiklah...aku mengerti, aku tidak akan meninggalkanmu lagi” kata ayah Gisca.
“Ayah apakah aku bisa tinggal denganmu disini???”kata Gisca.
“Heiiii...apa kau bercanda???kau tidak bisa tinggal disini, kami akan mendapat masalah jika kami ketahuan membawamu tinggal disini”kata Rohmat.
“Aaahhhh...jangan, Giscaku tidak boleh pergi,tidak boleh,tidak boleh.... (sambil memeluk Gisca )”kata ayah Gisca.
“Baiklah – baiklah, jangan ribut lagi. Kau boleh tinggal disini tapi jangan sampai ketahuan oleh penjaga. Apa kau mengerti??”kata Dermawan.
Gisca dan ayahnya yang mendengar hal itu langsung merasa sangat senang. Dan kemudian mereka menjalani hari – hari mereka berenam dalam satu sel dengan sangat gembira. Tetapi suatu hari, sang penjaga penjara yang sedang bertugas mendengar candaan Gisca dan ayahnya, sehingga sang penjaga dengan diam – diam menuju ke sel tersebut untuk melihat apakah ada orang lain di sel tersebut. Sesampainya di sel tersebut, penjaga memergoki mereka sedang bercanda ria dengan Gisca, sehingga sang penjaga langsung masuk dan menarik Gisca keluar beserta sang ayah untuk dilaporkan ke kepala polisi.
“Ayo keluar...kalian sudah keterlaluan, saya akan membawa kalian ke ruang kepala”kata penjga.
“ Jangan...paman, jangan laporkan kami”kata Gisca.
Kemudian merekan dan penjaga pun sampai di ruang kepala.
“ Permisi pak, saya ingin melaporkan bahwa narapidana ini telah membawa anaknya ke dalam sel penjara dengan diam – diam. Apa yang harus saya lakukan terhadap mereka????”kata penjaga.
“ Bawa anak ini kelaur dari tempat ini dan antarkan ia pulang. Dan untuk narapidana ini bawa dia ke sel khusus”kata kepala polisi.
Setelah Gisca diantar pulang oleh sang penjaga, sang ayah yang dikurung di sel khusus yang sanagt tidak layak. Dan setelah menjelang malam terjadi kebakaran di temapat sang ayah dikurung.
“Kebakaran – kebakaran “kata orang – orang di sekitar sel khusus  tersebut.
Lalu orang – orang yang berada di dalam sel khusus tersebut berlarian keluar termasuk ayah Gisca tetapi saat dalam perjalanan keluar ayah Gisca tersebut melihat kepala polisi masih terjebak di dalam ruangan dan ia mencoba menolongnya hingga ia mengalami luka – luka. Dan beberapa saat kemudia sang kepala polisi pun mulai sadar dari pingsannya.
“Kau sudah sadar???”kata dokter kepada kepala polisi.
“Ehmm..terima kasih telah menolongku”kata kepala polisi.
“Harusnya kau tidak berterima kasih kepadaku tapi kepadanya ( sambil menunjuk ke ayah Gisca yang belum tersadar ). Ia memintaku untuk mengobatimu terlebih dahulu padahal ia menderita luka bakar yang cukup parah. Apakah benar ia melakukan tindakan cabul itu??? Dia tidak terlihat seperti orang berpikiran cabul??? Apa aku yang tidak cukup pintar menilai orang????”kata dokter.
 Setelah kepala polisi tersebut mendengar perkataan dokter tersebut, kemudian ia tersu berpikir dan merasa bahwa ayah Gisca bukan seperti yang dituduhkan padanya. Sehingga seiring berjalannya waktu kepala polisi tersebut menjaga Gisca dengan menjemput dan mengunjunginya setiap harinya.
Terdengar kabar bahwa kasus ayahnya Gisca akan disidangkan untuk pertama kalinya dan setelah mendengar hal itu ayah dari anak yang meninggal tersebut yang ternyata mempunyai kedudukan cukup tinggi dalam kepolisian menyuruh bawahannya memanggil ayah Gisca karena ada beberapa yang akan ia bicarakan. Kemudian ayah Gisca pun diperintahkan untuk masuk ke ruangan dimana ayah dari anak tersebut sudah ada didalamnya.
“ Kau sudah sampai ???”kata ayah anak tersebut.
“ Ooohh...ia saya sudah sampai tapi kau siapa??”kata ayah Gisca.
“Kau bertanya aku siapa?? Aku adalah ayah dari anak yang kau bunuh ( sambil mengarahkan pukulannya ke wajah ayah Gisca )”kata ayah anak tersebut.
“ Oooohhh...maaf kan aku, aku tidak membunuhnya. Aku memang pergi bersamanya untuk membeli tas sailermoon tapi saat dijalan ia terjatuh dan aku hanya mau menolongnya dengan memberikan pertolongan pertama”kata ayah Gisca.
“ Aku tidak peduli dengan apa yang kau katakan, pada akhirnya kau akan tetap membusuk dalam penjara. Dan aku akan memperingatimu satu hal nanti pada saat persidangan kau harus mengatakan ya saat ditanya apakah kau melakukan percabulan terhadap anakku karena kalau tidak, aku akan membuat anakmu bernasib sama dengan anakku!!!”kata kata ayah anak tersebut.
“Jangan...jangan, aku mohon jangan sakiti Gisca. Baiklah aku akan mengikuti apa yang kamu suruh.”kata ayah Gisca.
Pada hari itu tepat tanggal 16 Maret 2012 adalah hari persidangan akan dilaksanakan dan pada saat persidangan ayah Gisca diberi beberapa pertanyaan.
“Apakah benar anda melakukan tindakan percabulan pada anak tersebut???”kata penyidik.
“Ya..benar aku melakukannya ( sambil berteriak dengan tegas )”kata ayah Gisca.
Setelah ayah Gisca mengucapkan hal tersebut, Gisca dan para teman satu sel nya beserta kepala polisi sangat kaget mengapa ayah Gisca mengakui hal yang tidak ia lakukan.
“Baiklah, karena tersangka sudah mengakui perbuatannya maka ia divonis hukuman mati”kata hakim.
“Baiklah – baiklah, terima kasih tolong jaga Gisca. Aku mohon jaga Giscaku jangan sakiti dia ( sambil menghadap audiens dan menundukan kepala )”kata ayah Gisca.
Kemudian setelah hakim  menjatuhkan vonis, ayah Gisca dibawa ke ruangan untuk dilaksanakan hukuman mati. Di perjalanan menuju ruangan itu, sang ayah ditemani oleh para penjaga, Gisca dan kepala polisi.
“ Tidak apa – apa, Gisca akan baik – baik saja . Gisca harus sekolah dengan benar, ayah mencintaimu , sangat mencitaimu (sambil memeluk Gisca )”kata ayah Gisca.
“Baiklah ayah..tidak apa – apa, aku juga sangat mencintaimu. Ayah terhebat....”kata Gisca.
Kemudian para penjaga membuka pintu ruangan tersebut dan mempersilahkan ayah Gisca untuk masuk. Saat mulai memasuki ruangan tersebut, sang ayah menarikan tarian yang biasa ia lakukan sebelum pergi bekerja dan Gisca pun melakukan hal yang sama,
“ Gisca, ayah sangat mencintaimu. Aku ayah yang baik kan???( sambil mengulurkan tangannya ke arah Gisca )”tanya ayah Gisca.
“ Ia ayah,ayah adalah ayah yang sssaaaanngggattt hebat. Ayah is my hero ( sambil mengulurkan tangannya untuk meraih tangan ayahnya )”kata Gisca.
Kemudian sang ayah berjalan terus sambil menari – narii dan setelah ayahnya berjalan lebih jauh hingga tak nampak lagi di hadapan Gisca, Gisca yang panik memanggil ayahnya dengan suara yang sangat keras.
“Aaaaayyyyyaaahhh.......”teriak Gisca.
Ayahnya yang sudah berada di depan sel tempat ia akan dihukum mati, kemudian mendengar teriakan Gisca dan segera berlari ke tempat Gisca.
“ Gisca...maafkan aku telah meninggalkanmu”kata ayah Gisca.
“ Ayahhh....”kata Gisca.
“ Pak, maafkan aku, aku telah berbohong, aku tidak pernah melakukan hal itu, aku ,mohon lepaskan aku, aku ingin bersama Gisca” kata ayah Gisca.
Tetapi penjaga mencoba untuk memegang tangan ayah Gisca dan setelah berhasil mereka membawanya ke sel  tempat ia dihukum.
Setelah proses hukuman mati dilaksanakan, Gisca pun dirawat oleh kepala polisi dan setelah 20 tahun berlalu Gisca telah menjadi sosok perempuan dewasa dengan gelar sarjana hukum dan menjadi pengacara mencoba untuk memperbaiki nama baik ayahnya dengan mengangkat kembali kasus ayahnya ke persidangan dengan segala bukti yang ia miliki yang pada akhirnya semua usahanya itu membuahkan hasil yang baik dimana ia berhasil membuat hakim menyatakan bahwa ayahnya dinyatakan tidak bersalah. Dan akhirnya tercapailah apa yang diinginkan Gisca yaitu ayahnya akan terkenang sebagai ayah yang baik dan tidak pernah melakukan kejahatan.


Jenis – Jenis Karangan



Jenis – Jenis Karangan :
A.   Narasi
1.      Definisi
Adalah karangan yang menyajikan serangkaian peristiwa yang biasanya disusun menurut urutan waktu. Yang termasuk dalam karangan narasi seperti cerpen, novel, roman, kisah perjalanan, biografi, otobiografi.
2.      Ciri – Ciri / Karakteristik Narasi :
a.       Menyajikan serangkaian berita atau peristiwa.
b.      Disajikan dalam urutan waktu serta kejadian yang menunjukan peristiwa awal sampai akhir.
c.       Menampilkan pelaku peristiwa atau kejadian.
d.      Lattar ( setting ) digambarkan secara hidup dan terperinci.

B.   Eksposisi
1.      Definisi
Adalah bentuk karangan yang memaparkan, memberi keterangan, menjelaskan, memberi informasi sejelas – jelasnya mengenai suatu hal.
2.      Ciri – Ciri / Karakteristik Eksposisi :
a.       Menjelaskan informasi  agar pembaca mengetahuinya.
b.      Menyatkan sesuatu yang benar – benar terjadi ( data faktual ).
c.       Tidak terdapat unsur mempengaruhi atau memaksakan kehendak.
d.      Menunjukan analisis atau penafsiran secara objektif terhadap fakta yang ada.
e.       Menunjukan sebuah peristiwa yang terjadi atau tentang proses kerja sesuatu.

C.   Persuasif
1.      Definisi
Adalah karangan yang tujuannya untuk membujuk pembaca agar bersedia mengikuti kemauan atau ide penulis disertai alasan bukti dan contoh konkrit.
2.      Ciri – Ciri / Karakteristik Persuasif :
a.       Terdapat himbauan atau bujukan.
b.      Berusaha mempengaruhi pembaca.

D.   Deskripsi
1.      Definisi
Adalah karangan yang menggambarkan atau melukiskan sesuatu seakan – akan pembaca melihat, mendengar, merasakan, mengalaminya sendiri.
2.      Ciri – Ciri / Karakteristik Deskripsi :
a.       Melukiskan atau menggambarkan suatu objek tertentu.
b.      Bertujuan untuk menciptakan kesan atau pengalaman pada diri pembaca agar seolah –olah mereka melihat, merasakan, mengalami atau mendengar sendiri suatu objek yang dideskripsikan.
c.       Sifat penulisannya objektif karena selalu mengambil objek tertentu yang dapat berupa tempat, manusia, dan hal yang dipersonifikasikan.
d.      Penulisannya dapat menggunakan cara atau metode realistis ( objektif ), impresionistis ( subjektif ), atau sikap penulis.

E.    Argumentasi
1.      Definisi
Adalah karangan yang isinya bertujuan meyakinkan atau mempengaruhi pembaca terhadap suatu masalah dengan mengemukakan alasan, bukti, dan contoh nyata.
2.      Ciri – Ciri / Karakteristik Argumentasi :
a.       Berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran gagasan pengarang sehingga kebenaran itu diakui oleh pembaca.
b.      Pembuktian dilengkapi dengan data, fakta, grafik, tabel,dan gambar.
c.       Dalam argumentasi pengarang berusaha mengubah sikap, pendapat, atau pandangan.
d.      Dalam membuktikan sesuatu pengarang menghindarkan keterlibatan emosi dan menjauhkan subjektivitas.
e.       Dalam membuktikan kebenaran pendapat pengarang, kita dapat menggunakan bermacam – macam pola pembuktian.

Selasa, 12 November 2013

Istilah – Istilah dalam Perekonomian



Istilah – Istilah dalam Perekonomian
1.       Agen : perantara perdagangan yang nama perusahaan menjualkan barangnya di daerah tertentu.
2.       Anggaran aktual : jumlah anggaran yang dicatat pada tahun tertentu.
3.       Anggaran berimbang : suatu anggaran yang disusun sedemikian rupa sehingga total belanja sama dengan total penerimaan.
4.       Anggaran siklikal : yang mengukur efek dari siklus bisnis terhadap anggaran.
5.       Bank : badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat.
6.       Bank komersial : sebuah lembag perantara keuangan yang fungsi utamanya adalah menerima simpanan giro.
7.       Bank money : uang yang diciptakan oleh sistem perbankan khususnya uang giral yang ditimbulkan oleh ekspansi berganda dari cadangan bank.
8.       Bank sentral : badan atau instansi pemerintah yang bertanggung  jawab terhadap pengendalian peredaran uang dan kondisi perkreditan nasioanl.
9.       Biaya marjinal : tambahan dalam jumlah biaya yang diperlukan untuk menghasilkan 1 tambahan unit output.
10.   Biaya minimum : biaya per unit terendah yang mungkin dicapai.
11.   Biaya oportunitas : nilai dari kesempaatn penggunaan suatu barang ekonomi berikutnya, atau nilai dari alternative yang dikorbankan.
12.   Biaya rata – rata : jumlah biaya dibagi dengan kuantitas barang yang dihasilkan.
13.   Biaya  tetap rata – rata : biaya tetap dibagi oelh jumlah unit yang diproduksi.
14.   Biaya variabel : biaya yang bervariasi menurut tingkat output.
15.   Biaya variabel rata – rata : jumlah biaya variabel deibagi dengan kuantitas produk yang dihasilkan.
16.   Bunga : pendapatan yang dibayarkan  kepada mereka yang meminjamkan uang.
17.   Bunga majemuk : bunga yang dihitung juga dari bunga lalu.
18.   Bursa efek : tempat diperjual-belikan efek – efek atau temapt bertemunya pihak yang menawarkan dan pihak yang memerlukan dana jangka panjang.
19.   Bursa komoditas : tempat dipamerkannya contoh barang – barang produksi yang diperjualbelikan.
20.   Bursa valuta asing : suatu tempat kegiatan usaha yang memperdagangkan berbagai jenis mata uang asing seperti bank – bank devisa dan money changer.
21.   Cadangan bank :  bagian atas  simpanan masyarakat di bank yang harus disimpan di khasanah atau di bank sentral tanpa menerima bunga.
22.   Cadangan rasional : menyelesaikan kesulitan likuiditas luar negeri atau neraca pembayaran luar negara.
23.   Dana likuid : harta keuangan yang bebas resiko dan langsung dapat dikonversi menjadi uang.
24.   Dana uang : instrument keuangan jangka pendek yang amt likuid yang dimiliki oleh investor dimana suku bunganya tidak diatur.
25.   Defisit anggaran belanja : belanja pemerintah untuk barang, jasa, pembayaran transfer yang melebihi penerimaannya dari pajak dan sumber pendapatan.
26.   Deflasi : penurunan tingkat harga secara umum.
27.   Deposito berjangka : dana yang disimpan dibank dan hanya dapat ditarik kembali setelah suatu jangka waktu tertentu.
28.   Depresi : periode berkepanjangan dimana tingkat pengangguran sangat tinggi, tingakt output dan investasi yang rendah, penurunan harga dan kegagalan usaha secara luas.
29.   Depresiasi mata uang : menurunnya nilai mata uang siuatu negara dibandingkan dengan negara lainnya.
30.   Devaluasi : penurunan nilai resmi mata uang suatu negara dibanding mata uang lainnya atau sebanding emas.
31.   Disinflasi : proses penurunan tingkat inflasi yang tinggi.
32.   Distribusi : semua kegiatan yang ditujunkan untuk menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen.
33.   Efek : surat bukti utang jangka panjang( obligasi ), surat tanda penyertaan modal ( saham ), sekuritas kredit, dan surat berharga lainnya.
34.   Efisiensi : penggunaan sumber daya ekonomi yang menghasilkan tingkat kepuasan maksimum yang mungkin pada input tertentu.
35.   Efek subtitusi perubahan harga : konsumen untuk mengkonsumsi lebih banyak barang jika harganya turun, dan mengurangi konsumnsinya bila harganya naik.
36.   Efisiensi alokatif : suatu situasi perekonomian dimana tidak ada lagi usahan reorganisasi atau perdagangan yang dapat memakmurkan 1 individu tertentu tanpa mengurangi utilitas atau kepuasan individu lain.
37.   Ekuilibrium koperatif : hasil yang dicapai oleh kedua pertisipan ketika mereka bertindak serempak.
38.   Ekuilibrium nash : terdapat pada teori permainan yang mengacu pada satu set strategi bermain. Dimana tidak ada pemain yang dapat memperbaiki nilai hasilnya.
39.   Ekuilibrium umum : keadaan dimana harga barang dan jasa sedemikian rupa sehingga keseluruhan pasar.
40.   Elastisitas : menggambarkan reaksi suatu variabel terhadap perubahan variabel.
41.   Elastisitas harga atas penawaran : pengukuran reaksi penawaran dari perubahan harga.
42.   Elastisitas harga atas permintaan : ukuran kadar sejauh mana kuantitas yang dimnta pembeli bereaksi terhadap perubahan harga.
43.   Elstisitas silang : ukuran sejauh mana permintaan akan suatu barang konsumsi atau input dipengaruhi bukan oleh harganya sendiri tetapi oelh pendapatan konsumen.
44.   Fungsi konsumsi : skedul yang mengkaitkan jumlah konsumsi dengan pendapatan yang dapat dibelanjakan.
45.   Fungsi produksi : fungsi matematis yang menyatakan berapa jumlah output maksimum yang dapat dicapai dengan suatu unit input dan teknologi tertentu.
46.   Garis anggaran : garis disuatu grafik yang sumbu – sumbunya menggambarkan kombinasi barang yang bisa dibeli oleh konsumen menurut pendapatan.
47.   GNP nominal : nilai dari seluruh jasa dan barang jadi yang diproduksi dalam kurun waktu tertentu oleh suatu negara pada pasar.
48.   GNP potensial : tingkat gnp maksimum yang dapat dipertahankan pada suatu tingkat teknologi dan populasi tertentu.
49.   GNP riil : gn nominal yang telah dikoreksi dengan faktor inflasi, yaitu gnp nominal / deflator gnp.
50.   Kapasitas : tingkat output yang berkaitan dengan total niaya rata – rata jangka pendek yang minimum.
51.   Kebijakan fiskal : penggunaan kegiatan menaikan pendapatan dan kegiatan pengeluaran yang dilakukan pemerintah dalam usahanya mempengaruhi variabel makro ssseperti GNP dan lapangan kerja.
52.   Kebijakan moneter : langkah pemerintah untuk mengatur penawaran uang dan suku bunga.
53.   Keunggulan komparatif : kemampuan suatu negara untuk memproduksi  komoditi tertentu dengan biaya oportunitas produk – produk lain yang lebih rendah dari pada negara lain.
54.   Komoditi : sesuatu yang dapat dipasarkan yang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan.
55.   Konsumerisme : suatu gerakan yang menonjolkan konflik antara kepentingan perusahaan dengan kepentingan umum.
56.   Kurs : menunjukan banyaknya unag dalam negeri yang diperlukan untuk membeli satu unit valuta asing tertentu.
57.   Kurva indeferen :  kurva yang menggambarkan semua kombinasi dari 2 komoditi yang memberikan sejumlah keputusan yang sama.
58.   Kurva penawaran agregat : menghubungkan jumlah total output yang akan diproduksi dengan harga output itu.
59.   Kurva pemintaan agregat : menghubungkan jumlah output yang akan diminta dengan tingkat harga output itu.
60.   Kurva philips : suatu kurva yang menunjukan hubungan di antara kenaikan upah atau kenaikan harga dengan tingkat pengangguran dalam ekonomi pada suatu jangka waktu tertentu.
61.   Likuiditas : tingkat kemudahan dan kepastian suatu harta untuk dicairkan menjadi alat tukar dalam sistem ekonomi.
62.   Lompang deflasi : perbedaan antara pengeluaran agregat yang perlu dicapai agar perekonomian dapat mencapai kesempatan kerja penuh dengan pengeluaran agregat yang sebenarnya tercapai dengan kesempatan kerja penuh.
63.   Mobilitas faktor produksi : suatu keadaan apabila faktor – faktor produksi dapat dipertukarkan penggunaannya.
64.   Modal uang : dana yang digunakan untuk membiayai perusahaan, meliputi harta dan hutang.
65.   Monopoli : situasi pasar yang output pasar industrinya dikontrol oelh penjual tunggal.
66.   Monopsoni : situasi pasar yang didalamnya hanya terdapat pembeli tunggal.
67.   Neraca modal : bagian ddari perkiraan neraca pembayaran yang mencatat pembayaran/ penerimaan yang timbul dari impor dan ekspor modal keuangan jangka panjang dan jangka pendek.
68.   Neraca pembayaran : suatu ringkasan pembukuan yang menunjuak aliran pembayaran yang dilakukan dari negara – negara lain ke dalam negeri, dan dari dalam negeri ke luar negeri.
69.   Nilai kapitalisasi : nilai harta yang diukur berdasarkan nilai sekarang atas arus pendapatan yang diharapkan akan diperoleh.
70.   Oligopoli : struktur pasar yang industrinya di dominasi oleh sejumlah kecil perusahaan yang saling bersaing.
71.   Operasi pasar terbuka : pembelian dan penjualan surat – surat berharga oelh bank sentral di pasar terbuka.
72.   Pajak : pungutan yang dikenakan pemerintah ke atas keuntungan perusahaan, pendapatan individu dan nilai jual suatu barang termasuk barang yang diekspor dan diimpor.
73.   Pajak cukai : pajak atas penjualan komoditi tertentu.
74.   Pajak langsung : pajak yang ecara langsung dipungut dari pembayar pajak.
75.   Pajak progresif : pajak yang persentasenya semakin tinggi apabila pendapatan semakin tinggi.
76.   Pajak proporsional : pajak yang persentasenya tetap pada berbagi tingakt pendapatan.
77.   Pajak regresif : pajak yang persentasenya menurun appabila pendapatan meningkat.
78.   Pajak tak langsung :  pajak pemerintah yang dikenakan ke atas barang dan jasa pada saat barang tersebut dijula kepada pihak lain.
79.   Pasar faktor produksi : pasar tempat penjualan jasa berbagai faktor produksi.
80.   Pendapatan disposibel : pendapatan yang sebenarnya diperoleh rumah tangga dan dapat digunakan untuk membeli barang atau ditabung.
81.   Pendapatan nasional : jumlah pendapatan yang diterima oleh faktor – faktor produksi yang digunakan untuk memproduksi barang dan jasa dalam suatu tahun tertentu.
82.   Pengangguran : suatu keadaan dimana seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja ingin mendaptkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya.
83.   Pengangguran friksional : disebabkan bahwa kenyataan untuk berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lainnya memerlukan waktu.
84.   Pengangguran siklis : karena kelebihan pengangguran friksional dan struktural.
85.   Petrodolar : uang yang dihasilkan oleh negara – negara pengekspor minyak.
86.   Produk domestik bruto : nilai seluruh barang akhir dan jasa yang dihasilkan oleh siapapun didalam wilayah teritorial suatu negara selama periode waktu satu tahun.
87.   Produk nasional bruto : nilai seluruh barang akhir dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh warga negara suatu negara selama periode waktu 1 tahun.
88.   Produk neto : nilai tambah yang diciptakan dalam suatu proses produksi.
89.   Produk unik : produk yang cukup berbeda terhadapa yang lainntya dalam satu industri.
90.   Rasio konsentrasi : sebagian dari total penjualan pasar yang dikendalikan oleh sebagian perusahaan industri besar.
91.   Rasio modal output : rasio antara modal terhadap nilai output tahunan yang diproduksi oleh modal itu.
92.   Rasio modal produksi : suatu angka yang menunujukan besarnya modal yang diperlukan untuk menhasilkan barang yang bernilai satu rupiah.
93.   Rekening giro : simpanan di bank yang dapat ditarik sesuai permintaan dan dapat dipindah bukukan dengan cek.
94.   Rumah kliring : lembaga dimana utang – utang antar bank yang timbul dari transfer cek – cek antara bank – bank dihitung.
95.   Rentabilitas ekonomi : kemampuan perusahaan untuk mengahasilkan laba dengan memanfaatkan seluruh modal yang dimilki.
96.   Sertifikat deposito : deposito berjangka yang dapat dinegoisasikan dan mempunyai suku bunga yang lebih tinggi daripada deposito berjangka biasa.
97.   Subsidi : bantuan dalam bentuk barang atau uang kepada produsen atau pun konsumen untuk mengurangi biaya produksi atau mengendalikan harga.
98.   Suku bunga : persentase pendapatan yang diterima oleh para penabung dari tabungan uang yang disisihkannya .
99.   Surplus anggaran : pendapatan berada diatas pengeluaran.
100.    Surplus konsumsi : selisih antara nilai total yang ditempatkan konsumen pada semua unit komoditi tertentu yang dikonsumsi.